Jakarta Dikepung Banjir, Ini Kata Ahok


Magazine Daily QQ, Jakarta - Hujan deras mengguyur Ibu Kota serta mengakibatkan sebagian wilayah Jakarta dan sekitarnya terendam banjir. Lalu, apa respons Gubernur DKI Jakarta Ahok terkait banjir tersebut?
"Ya kayak kamu isi gelas. Kamu isi terus akhirnya bagaimana? Ya pasti luber kan," kata pemilik nama langkap Basuki Tjahaja Purnama ini di Balai Kota, Jakarta, Selasa (21/2/2017).

Ahok menjelaskan, hasil peninjauan banjir di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, disebabkan adanya tanggul jebol. Padahal sebelumnya kawasan tersebut sudah tidak lagi terendam banjir.
Sebab lain banjir adalah sodetan Ciliwung di bantaran Bidaracina. "Ciliwung kan kalinya besar, saya minta sodetan yang di Bidaracina itu yang dinormalisasikan. Karena itu hitungannya akan menampung 600 kubik per detik, tapi itu kan terlambat," Ahok membeberkan.
Menurut Ahok, banjir di Kampung Melayu sudah mulai surut sejak pukul 01.00 WIB, dini hari tadi.
"Kalau hujan lagi dan Kali Sunternya meluap lagi, ya (Jakarta) Pusat juga bisa aja kena. Lihat aja di (Jakarta) Pusat udah mulai naik," tutur Ahok.
Menurut Ahok, saat ini Pintu Air Karet, Istiqlal, dan Gajah Mada sudah masuk Siaga 1. Seluruh pompa air disiagakan untuk menyedot dan membuang air yang menggenangi beberapa wilayah di Jakarta Pusat.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (20/2/2016), mencatat ada 54 titik banjir di Jakarta.
Hingga Selasa pukul 08.00 WIB, daerah-daerah yang terendam banjir adalah sebagai berikut.
Jakarta Selatan:
1. JOR Arah Pondok Indah, Jakarta Selatan, ketinggian air mencapai 30 sentimeter (cm)
2. Duta Indah Blok M, Jakarta Selatan, ketinggian air mencapai 32 cm
3. Komp. Kejagung Blok H, Jakarta Selatan, ketinggian air mencapai 30 cm
4. Kalibata City, Jakarta Selatan, ketinggian air mencapai 30 – 40 cm
5. Mampang, Jakarta Selatan, ketinggian air mencapai 20 – 50 cm
6. Simprug Golf Senayan, Jakarta Selatan, ketinggian air mencapai 15 cm
7. Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, ketinggian air mencapai 40 cm
8. Jalan Pancoran Barat, Jakarta Selatan, ketinggian air mencapai 40 cm
9. Jalan Komp. Bank indonesia, Jakarta Selatan, ketinggian air mencapai 20 – 30 cm
10. Stasiun Tebet, Jakarta Selatan, ketinggian air mencapai 20 – 40 cm
11. LAN Pejompongan, Jakarta Selatan, ketinggian air mencapai 30 cm

Jakarta Timur:
  1. Kebon Pala, Kp. Makasar, Jakarta Timur, tinggi air 40 cm
  2. Pondok Kelapa, Permukiman Rumah Lampiri, tinggi air 30 – 50 cm
  3. Komp. Bilimun, tinggi air 70 cm
  4. Jalan Pondok Kelapa, Jakata Timur, tinggi air 20-30 cm
  5. Pondok Kelapa, Lembah lontar, Jakarta Timur, tinggi air 100 cm
  6. Pondok Kelapa, Lembah Nyiur, Jakarta Timur, tinggi air 30 cm
  7. Taman Malaka selatan 3, Jakarta Timur, tinggi air 100 cm
  8. Jl. Pendidikan Raya, Jakarta Timur, tinggi air 50 – 60 cm
  9.  Rumah sakit duren sawit, Jakarta Timur, tinggi air 40-50 cm
10. 8 titik di Klender, Jakarta Timur, tinggi air 10 – 20 cm
11. 2 titik di Duren sawit, Jakarta Timur, tinggi air 20 – 30 cm
12. Perumnas klender, Jakarta Timur, tinggi air 50 cm
13. Rw, 5 Kel. Jatinegara, Jakarta Timur, tinggi air 40 cm
14. Kawasan indutru pulo gadung, Jakarta Timur, tinggi air 10 - 12 cm
15. Kelurahan Rawa Teratae, Jakarta Timur, tinggi air 40 – 60 cm
16. Perum Jatinegara Indah, Jakarta Timur, tinggi air 30 cm
17. Pulogebang PHP, Jakarta Timur, tinggi air 20 – 30 cm
18. Cakung timur, Jakarta Timur, tinggi air 30 cm
19. Cakung , Jakarta Timur, tinggi air 30 – 40 cm
20. Garden City Cakung, Jakarta Timur, tinggi air 40 cm
21. Kompleks Keuangan, Jakarta Timur, tinggi air 20 cm
22. Layur, Jakarta Timur, tinggi air 14 cm
23. Jalan Balai Pustaka, Jakarta Timur, tinggi air 50 cm
24. Jalan Pemuda, Rawa Mangun, Jakarta Timur, tinggi air 20 cm
25. Jalan Rawa mangun, Jakarta Timur, tinggi air 30 cm
26. Pulomas Kayuputih, Jakarta Timur, tinggi air 40 cm
27. Kelurahan Kayuputih, Jakarta Timur, tinggi air 10 – 15 cm
28. Kayumas Utara, Jakarta Timur, tinggi air 40 cm
29. Kayu Manis I, Jakarta Timur, tinggi air 30 cm
30. Pasar Rebo, Jakarta Timur, 50 cm
31. Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur, 40 – 90 cm
32. Kelurahan Kramatjati, Jakrata Timur, 60 cm
33. Kelurahan Pondok Gede, Jakarta Timur, 20 – 70 cm
Jakarta Utara:
1. Pulo Nangka Timur, Jakarta Utara, 30 cm
2. Kelapa Gading, Jakarta Utara, 20 – 30 cm
3. Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara, 40 cm
4. komp. Janur Indah, Jakarta Utara, 15 – 25 cm
5. RS Mitra Keluarga Kelapa gading Barat, Jakarta Utara, 25 cm
6. Bulevard MOI, Jakarta Utara, 28 cm
7. Pegangsaan, Jakarta Utara, 60 cm
8. Rw. 12 Pegangsaan 2, Jakarta Utara, 40 cm
9. Tugu Utar Pelumpang, Jakarta Utara, 80 cm
10. Kelurahan Laboa Kecamatan Koja, Jakarta Utara (dua titik), 20-80 cm
Sutopo menambahkan, tinggi banjir di Cipinang Melayu Jakarta Timur bervariasi antara 70 - 150 cm. Banjir juga merendam wilayah di Bekasi (Jakasetia dan Jakasampurna), sedangkan di Tangerang di Pondokranji.
"Banjir lebih disebabkan drainase perkotaan yang tidak mampu menampung aliran permukaan. Selain itu juga disebabkan luapan dari sungai yang naik Siaga I dan II sehingga aliran permukaan dari drainase tidak dapat dialirkan ke sungai," Sutopo menandaskan.


Posting Komentar untuk "Jakarta Dikepung Banjir, Ini Kata Ahok"